Senin, 16 Mei 2011

KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah Nya sehingga buku ini dapat terwujud sesuai dengan yang direncanakan.

Penyusun percaya bahwa buku ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh sebab itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada dosen mata kuliah Kimia dasar 2, yaitu ibu Kartimi, M.Pd. Serta kepada semua pihak yang telah membantu baik berupa materi ataupun nonmateri. Sehingga terwujudnya buku ini.

Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan buku ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari siapapun, dan akan diterima dengan senang hati. Akhir kata penyusun berharap bahwa dengan disusunnya makalah ini dapat bermanfa’at baik bagi penyusun ataupun bagi pembacanya.

Cirebon , April 2011

Penyusun


1. pengertian perak

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata perak. Perak adalah suatu unsur kimia yang dalam tabel periodik memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Lambangnya berasal dari bahasa Latin yaitu Argentum. Perak merupakan sebuah logam transisi lunak, berwarna putih dan mengkilap, perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam. Perak terdapat dimineral dan dalam bentuk bebas. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, fotografi,dll.

1

Perak juga termasuk logam mulia seperti emas. Unsur perak telah ditemukan sejak zaman dahulu atau pada zaman purbakala. Beberapa tempat buangan mineral di Asia Minor dan di pulau-pulau di Laut Aegean mengindikasikan bahwa manusia telah belajar memisahkan perak dari timah sejak 3000 SM.

Dalam ilmu kimia, logam mulia merupakan logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Perak merupakan logam yang terbentuk dan selalu bersama-sama dengan logam emas, yang mempunyai warna putih.

2

Mineral-mineral yang terpenting yang mengandung perak adalah Perak alam (Ag), Argentite (Ag2S), Cerrargyrite (AgCl), Polybasite (Ag16 Sb2 S11), Proustite (Ag2 As S3) dan Pyrargyrite (Ag3 Sb S3). Kebanyakan perak di dunia berasal dari cebakan hydrothermal yang mengisi rongga-rongga.

3

2. Sumber-sumber perak

Perak muncul secara alami dan dalam bijih-bijih argentite (Ag2S) dan horn silver (AgCl). Bijih-bijih timah, timbal-timah, tembaga, emas dan perunggu-nikel merupakan sumber-sumber penting untuk menambang perak. Di dunia belahan barat Meksiko, Kanada, Peru dan Amerika Serikat merupakan negara-negara penghasil perak.

4

3. Produksi

Perak juga dapat diambil dalam proses pemurnian tembaga secara elektrolisis. Perak yang dijual secara komersil mengandung setidaknya 99.9% perak. Perak murni dengan kandungan 99.999+% juga tersedia secara komersil.

5

4. Sifat-sifat

Perak murni memiliki warna putih yang terang. Unsur ini sedikit lebih keras dibanding emas dan sangat lunak dan mudah dibentuk, terkalahkan hanya oleh emas dan mungkin palladium. Perak murni memiliki konduktivitas kalor dan listrik yang sangat tinggi diantara semua logam dan memiliki resistansi kontak yang sangat kecil. Elemen ini sangat stabil di udara murni dan air, tetapi langsung ternoda ketika diekspos pada ozon, hidrogen sulfida atau udara yang mengandung belerang.

6

5. Keterangan umum

¤ atom Struktur kristal kubus pusat muka.

¤ Bilangan oksidasi 1 (oksida amfoter)

¤ Elektronegativitas 1,93 (skala Pauling)

¤ Energi ionisasi ke 1:731,0 kJ/mol ke-2:2070 kJ/mol ke-3:3361 kJ/mol

¤ Jari-jari atom 160 pm

¤ Jari-jari atom (terhitung) 165 pm

¤ Jari-jari kovalen 153 pm

¤ Jari-jari Van der Waals 172 pm

7

¤ Sifat magnetik diamagnetik Resistivitas listrik (20 °C) 15,87 nΩ·m

¤ Konduktivitas termal (300 K) 429 W/(m·K)

¤ Difusivitas termal (300 K) 174 mm²/s

¤ Ekspansi termal (25 °C) 18,9 µm/(m·K)

¤ Kecepatan suara (pada wujud kawat) (suhu kamar) 2680 m/s

¤ Modulus Young 83 GPa

¤ Modulus geser 30 GPa

¤ Modulus ruah 100 GPa

¤ Nisbah Poisson 0,37

¤ Skala kekerasan Mohs 2,5

8

¤ Kekerasan Vickers 251 MPa

¤ Kekerasan Brinell 24,5 MPa

6. Manfaat dalam kehidupan

v Penggunaan dalam bidang kedokteran

Tahukah kamu, bahwa sebenarnnya logam perak sangat berguna dalam dunia kedokteran, salah satunya adalah sebagai anti biotika yang alami. Pengetahuan tentang perak yang berfungsi sebagai antibiotika alami sudah diketahui oleh manusia sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu.

9

Pada abad ke 19, para dokter menggunakan logam perak sebagai obat luka bakar serta anti septik yang manjur.

Bagaimana logam perak dapat menjadi antibiotik??

inilah jawabannya... Logam perak adalah salah satu logam yang unik, dimana pada logam ini, dengan kapasitas tertentu dapat melepaskan ion-ion bermuatan positif yang dapat melumpuhkan bakteri penyebab infeksi, cara pengaplikasian teknologi ini pada bidang kedokteran adalah dengan melapisi seluruh alat kesehatan berupa alat bedah dengan perak. Proses pelapisannya sendiri hanya dengan nano technology, yaitu proses pelapisan dengan skala nano, sehingga proses pelepasan ion-ion antibakteri

10

dapat berjalan normal.

Kadar perak yang digunakan harus sesuai dengan kegunaan agar hasil yang didapat lebih optimal. Penggunaan perak sebagai anti biotik juga tidak hanya pada industri kedokeran saja, misalnya pada industri kosmetik dan industri pangan yang menerapkan standard kehigienisan tinggi.

Sebagai informasi, di Jerman setiap tahunnya lebih banyak pasien yang meninggal akibat infeksi nosokomial, dibanding jumlah orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Karena itulah, saat ini dilakukan penelitian untuk menggali kembali khasiat logam perak sebagai unsur anti mikroba. Semua peralatan kedokteran modern kini dilapisi perak, untuk

11

meminimalkan ruang hidup bakteri. Pisau bedah, pinset, kateter atau logam implant yang dilapisi perak disebutkan mampu membunuh bakteri. Wagener mengatakan, yang dikembangkan IFAM dan Bio-Gate adalah proses pelapisan alat kedokteran, dengan unsur perak dalam ukuran nanometer.

12

v Penggunaan perak dalam kehidupan sehari-hari

Perak sterling digunakan untuk perhiasan, dimana penampakan sangat penting. Campuran logam ini biasanya mengandung 92.5% perak, dengan sisanya tembaga atau logam lainnya. Perak juga merupakan unsur penting dalam fotografi, dimana sekitar 30% konsumsi industri perak digunakan untuk bidang ini.

13

Perak juga digunakan sebagai campuran logam pengganti gigi, solder, kotak listrik, dan baterai perak-timah dan perak-cadmium. Cat perak digunakan untuk membuat sirkuit cetak.

Perak juga digunakan untuk produksi kaca dan dapat didepositkan sebagai lapisan pada gelas atau logam lainnya dengan metoda chemical deposition, electrode position atau dengan cara penguapan. Ketika perak baru saja didepositkan, lapisan ini merupakan reflektor cahaya paling baik. Tapi lapisan ini juga cepat rusak dan ternoda dan kehilangan reflektivitasnya. Walau lapisan perak bagus untuk cahaya, ia sangat buruk untuk memantulkan sinar ultraviolet. Silver fulminate, bahan peledak yang

14

kuat, kadang-kadang terbentuk saat pembentukan perak. Silver iodide digunakan untuk membuat hujan buatan. Silver chloride memiliki sifat-sifat optikal yang unik karena bisa dibuat transparan. Silver nitrate, atau lunar caustic, yang merupakan senyawa perak yang penting banyak digunakan di bidang fotografi. Selama beratus-ratus tahun, perak telah digunakan sebagai bentuk pembayaran dalam bentuk koin oleh banyak negara. Belakangan ini sayangnya, konsumsi perak telah jauh melebihi produksi.

untuk kebutuhan rumah tangga. Dewasa ini penggunaan bahan pembersih hama di rumah tangga sudah dinilai berlebihan. Selain dapat

15

membunuh bakteri, pembersih hama juga membunuh flora kulit yang berguna bagi manusia. Akibatnya, kasus alergi kini muncul lebih dramatis. Dengan teknik pelapisan logam perak, yang dikembangkan Institut Fraunhofer – IFAM dan Bio-Gate, penggunaan obat pembersih hama dapat dikurangi, sementara perkembang biakan bakteri yang merugikan juga dapat dicegah.

v Penggunaan perak untuk mata uang

Emas beserta perak merupakan alat tukar paling stabil yang pernah dikenal oleh dunia. Logam emas terdapat pada uang dinar sedangkan uang

16

emas terdapat pada uang dirmah. Sejak awal sejarah Islam sampai saat ini, nilai dari mata uang Islam yang didasari oleh mata uang bimetal ini secara mengejutkan sangat stabil jika dihubungkan dengan bahan makanan pokok.

v Ion perak Ag+

Partikel Ion Perak ag+ di kembangkan oleh NASA sebagai Suplement untuk menjaga kesehatan Astronot saat berada di Luar Angkasa. Kini Ion Perak dikembangkan di Indonesia menggunakan Nano Teknologi dari Jerman. Pada Ion perak Ag+ tidak berbahaya, sebab tidak

17

memiliki radikal bebas dan tidak memiliki reaksi dengan obat lain sehingga aman bagi wanita hamil, perawatan dan kesembuhan terhadap penyakit , bahkan janin dalam pertumbuhan dan kesehatan.

Fungsi utama Ion Perak ag+ :

1. Untuk menghancurkan infeksi dan penyembuhan diri.

2. Tidak mengandung radikal bebas, aman untuk enzim tubuh manusia dan tidak ada efek samping yang negatif jika digunakan bersamaan dengan obat, jamu, atau suplemen lainnya.

18

3. Untuk Mengaktifkan sel yang rusak dan menjadikan sel meregenerasi sel baru yang bagus.

4. Membantu memperbaiki pencernaan, regenerasi sel dan jaringan yang rusak, mencegah pilek dan flu, alergi dan berbagai penyakit yang disebabkan berbagai jenis bakteri, kuman dan infeksi virus.

5. Non-Toxic dan tidak berbahaya terhadap ginjal, hati, mata, dan organ tubuh lainnya.

6. Bila digunakan setiap hari secara teratur dapat membantu meningkatkan sistim kekebalan tubuh.

19

7.

Table 1

Penanganan

Walau unsur perak itu sendiri tidak beracun, banyak senyawa garamnya sangat berbahaya. Exposisi pada perak (baik logam maupun senyawa-senyawanya yang dapat larut) di udara jangan sampai melebihi 0.01 g/m3 (berdasarkan 8 jam berat rata-rata, selama 40 jam per minggu). Senyawa-senyawa perak dapat diserap dalam sistim sirkulasi tubuh dan hasil reduksi perak dapat terdepositkan pada banyak jaringan tubuh. Sebuah kondisi (argyria) dapat menimbulkan pigmen-pigmen abu-abu pada kulit tubuh dan selaput-selaput mucous. Perak memiliki sifat-sifat yang dapat membunuh bakteri tanpa membahayakan binatang-binatang besar.

20

8. PENUTUP

Unsur perak merupakan unsur kimia yang sudah tidak asing lagi. Dalam ilmu kimia unsur perak ini dikenal dengan lambang Ag dan memiliki nomor atom 47. Manusia banyak memanfa’atkan unsur perak ini misalnya saja dalam perhiasan-perhiasan, alat rumah tangga, uang bahkan ion Ag+ memiliki banyak manfa’at bagi kehidupan manusia. Unsur perak ini memiliki daya jual yang cukup tinggi karena termasuk logam mulia.Melalui tersusunnya buku ini, semoga bagi yang telah membaca uraian diatas dapat lebih memanfaatkan dengan baik logam-logam yang berada di bumi ini dengan baik. Sekian uraian dari saya. Terimakasih..

21

Tentang Penulis

de 2.jpgEndah Nurohmah lahir di Ciamis, 11 Agustu 1991. Anak ke tiga dari tiga bersaudara ini menamatkan Sekolah Dasar di SDN 3 Cileungsir pada tahun 2004. Lalu melanjutkan ke MTs. Cileungsir lulus pada tahun 2007. Kemudian melanjutkan ke MAN 2 Ciamis dan lulus pada tahun 2010. Sekarang penulis sedang menempuh jenjang S1 jurusan tarbiyah IPA. Biologi di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................... i

DAFTAR ISI.................................................. iii

1. Pengertian Perak............................................ 1

2. Sumber Perak.............................................. 4

3. Produksi ................................................... 5

4. Sifat-sifat................................................. 6

5. Keterangan umum........................................... 7

6. Manfaat dalam kehidupan.................................. 9

7. Penanganan................................................. 20

8. PENUTUP................................................... 21

TENTANG PENULIS

say no to drugs...

SAY NO TO DRUGS !!!!!!

Menggunakan narkoba bisa membuat anda

¤ Ketergantungan

¤ Uang mu LUDES

¤ Badan sakit

¤ Otak pusing/miring

¤ Hidup sengsara

¤ Menderita

¤ Mati

¤ Masuk neraka

Sekali menggunakan narkoba …

Seumur hidup akan menderita…………..

Hidup sengsara dan akan menyesal selamanya…

Dikucilkan oleh teman dan saudara………..

Diburu oleh polisi dan petugas Negara…..

Tempat yang layak adalah penjara………

Aduuuuuuuhhhhhhhhhhhh kaciaaaan dech luuuuuu!!!!!!!!!



Oval Callout: Awas ya… jangan coba2 …….

Minggu, 16 Januari 2011

Macam ekosistem dilingkungan Q-ta

C. Macam – macam ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.
a. Ekosistem darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1. Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.

Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu siang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
2. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.

Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular

3. Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.

Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

4. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang.

Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

5. Bioma Hutan hujan tropik
Bioma ini berada didaerah tropik seperti di Indonesia, Thailand , Malaysia. Curah hujan tinggi, yaitu 200-225cm pertahun, matahari beersinar sepanjang tahun.

Jenis tumbuhannya sangat banyak dn komunitasnya sangat kompleks. Tumbuhan tumbuh dengan subur, tinggi, serta banyak cabang dengan daun yang lebat sehingga membentuk tudung atau kanopi. Tumbuhan khas dari bioma hutan hujan tropik adalah kelompok liana yaitu tumbuhan yang memanjat dan tumbuhan epifit seperti anggrek. Hewan yang menghuni hutan hujan tropik adalah berbagai macam burung, kera, babi hutan, tupai, macan, gajah dan rusa.

6. Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik.

Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

7. Bioma tundra

Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.


Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.


Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.


b. Ekosistem Air Tawar



Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.


1. Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
2. Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup.
1. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof (tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup pada substrat sisa-sisa organisme.
2. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut.
 Plankton. Yitu yang terdiri dsri fitoplankton dan ooplankton. Biasanya melayang – melayang (bergerak pasif) mengikuti gerakan air.
 Nekton. Yaitu hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
 Neuston. Merupakan organisme yang mengapung atau berenang dipermukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga.
 Perifiton. Merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat atau bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong.
 Bentos. Merupakan hewan dan tumbuhan yang hidup didasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil ( melekat) atau bergerak bebas. Misalnya cacing dan remis.



Gambar berbagai organisme air tawar berdasarkan cara hidupnya

Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
1. Danau



Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Di danau terdapat pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.

Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
a) Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi.Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.
Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.
c. Daerah limnetik
Daeran ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai fitoplankton termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatantinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.

d. Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
e. Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati.

Gbr. Empat Daerah Utama Pada Danau Air Tawar

Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
a. Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme,dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b. Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akankandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinyaadalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.
Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor. Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di danau tersebut.
Pengkayaan danau seperti ini disebut "eutrofikasi". Eutrofikasi membuat air tidak dapat digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
2. Sungai

Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.

Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai, anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu.
Beberapa jenis serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.
c. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari, dan terumbu karang.
1. Laut

Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal.
1. Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut.

a. Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b. Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 meter.
c. Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m
d. Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).

2. Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari
tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.

a. Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.
b. Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
c. Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
d. Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini.
e. Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.


3. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut.
1. Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin), Vigna,Euphorbia atoto, dan Canaualia martina. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakug), Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).
2. Formasi baringtonia
Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia, termasuk di dalamnyaWedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan Erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera.
Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.
3. Estuari

Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4. Terumbu karang

Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung.

Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang.
Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.
Uraian diatas merupakan ekosistem berdasarkan proses terjadinya yang alami. Selain itu, terdapat pula ekosistem buatan. Yaitu ekosistem buatan manusia. Ekosistem ini berupa sawah, kolam, waduk, kebun.
Indonesia sendiri merupakan Negara yang memiliki ekosistem yang beraneka ragam. Diperkirakan terdapat 47 macam ekosistem. Beberapa contohnya ialah ekosistem hutan bakau yang terdapat didaerah pantai.ekosistem hutan hujan tropik yang terdapat disebagian besar kepulauan Indonesia. Ekosistem padang rumput (sabana) yang terdapat di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ekosistem sawah yang terdapat didaerah pertanian. Dan ekosistem kota yang terdapat di perkotaan.

Sabtu, 06 November 2010

Cara mengatasi rambut rontok.

Selamat pagi sobat sehat semua! Pada artikel kesehatan kali ini, saya akan membahas mengenai cara mengatasi rambut rontok, tentu dengan cara alami.

Sebelum menuju bahasan utama mengenai cara mengatasi rambut rontok, alangkah baiknya jika kita tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan rambut rontok (kebotakan pada rambut). Rambut rontok umumnya disebabkan oleh adanya endapan lemak dibawah permukaan kulit, sehingga menghambat pertumbuhan pada rambut. Untuk penyebab rambut rontok yang lain, saya pernah menulis juga pada judul artikel Penyebab Rambut Rontok

Nah, setelah anda tahu penyebab rambut rontok diatas, tentu anda ingin mengobati / mengatasi rambut rontok kan? untuk itu saya akan memberikan Cara Alami Untuk Mengatasi Rambut Rontok. Berikut Obat Tradisional yang bisa anda gunakan:

Bahan:
- Buah Asam Jawa yang sudah tua (secukupnya)
- Air (secukupnya)

Pemakaian:
Campurkan Asam Jawa dan Air. Aduk hingga rata. Gunakan ramuan tersebut untuk mengurut kepala anda. Setelah beberapa menit proses pengurutan, cuci kepala anda dengan air bersih.

Mudah kan cara membuat obat tradisional untuk rambut rontok diatas? Semoga selain jadi tambahan artikel Kecantikan Rambut pada blog ini, Ramuan untuk mengatasi rambut rontok tersebut juga bisa bermanfaat bagi anda yang sedang mengalai masalah kebotakan pada rambut! http://gerry-tk.blogspot.com/2010/10/cara-mengatasi-rambut-rontok.html